BERPRESTASI BERKAT SEGORO SEMEN

Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Seperti yang dialami Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Usahanya membangun desa siaga sejak 2007, kini membuahkan prestasi membanggakan. Desa yang berada di kaki Gunung Kawi itu, berhasil menjadi Pelaksana Terbaik II Desa Siaga Tingkat Provinsi Jatim tahun 2017.

Slamet Suryanto tak mampu menyembunyikan raut wajah gembiranya. Dengan senyum yang masih mengembang, Kepala Desa Semen, ini berjalan mendekati Drs Rijanto, Bupati Blitar yang sedang berjalan meninggalkan area tamu Very Important Person (VIP). Meminta waktu sejenak untuk mengambil gambar bersama.

Setelah disanggupi, Nafi’ah, istri Slamet, dengan cekatan mengulurkan ponsel. Meminta tolong orang di sekeliling untuk mengambilkan gambar mereka bersama. Rijanto di tengah, Slamet di sisi kanan berdampingan dengan istri dan di samping kiri ada Moh Nur, Kades Karangsono yang juga turut menjuarai Lomba BUMDesa tingkat Jatim.

Adegan tersebut terjadi di tengah riuhnya alunan musik penutup Upacara Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-72 yang dilaksanakan di Lapangan Tugu Pahlawan, Surabaya. ”Senang sekali, ya. Apalagi, Bapak Menteri (Mendagri, Tjahjo Kumolo) langsung yang menyerahkan,” terangnya.

Slamet Suryanto memang baru saja menerima penghargaan pada peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur tahun ini. Desanya, dinilai telah berhasil menjadi pelaksana program desa siaga dan menerima penghargaan sebagai pelaksana terbaik kedua Desa Siaga Aktif tingkat Jatim.

Keberhasilan tersebut, menurut Slamet, tidak lepas dari partisipasi masyarakat yang tinggi. Sebab, tanpa peran masyarakat, inovasi dan program pemerintah juga tidak bisa berjalan maksimal. Hal tersebut sesuai dengan motto Desa Semen yakni Segoro Semen yang artinya Semangat Gotong Royong Semua Elemen.

Elemen yang dimaksud dalam motto itu bukan hanya antara pemerintah dan warga secara pribadi, melainkan juga dengan kelompok-kelompok yang banyak tumbuh di Desa Semen. Seperti kelompok seni Turonggo Sakti, kelompok pengelola lingkungan dan wisata Puspo Jagad, kelompok agama seperti Muslimat dan organisasi pemuda.

Partisipasi mereka, bukan hanya sebagai relawan, tetapi juga secara aktif berperan di keorganisasian sebagai pengurus desa siaga. Sehingga, tumbuh rasa memiliki karena ikut berperan nyata.

Hasilnya, banyak program inovatif yang mampu mereka lahirkan. Program tersebut kemudian disebut 19 program unggulan yang meliputi Astor (Agen Stop Asap Rokok), Kawat (Komunitas Kegawatdaruratan), kakek dan nenek asuh, peduli gizi balita, bank sampah, juga Taman Posyandu.

Program-program tersebut kemudian ditunjang dengan pos-pos siaga, Poskesdes dan ambulan desa. Sehingga, penanganan kesehatan warga bisa dilakukan dengan lebih cepat dan tanggap secara mandiri.

Menurut Slamet, dengan melibatkan warga secara langsung seperti itu, program yang dicanangkan bisa terlaksana dengan lebih efektif. Disamping itu, keberhasilan menjalin komunikasi antar-kelompok juga berperan besar membawa Semen berprestasi di berbagai ajang lomba. Mulai tingkat kabupaten, provinsi sampai tingkat nasional. “Warga kami selalu saiyeg saekapraya membangun desa. Jadi, hampir setiap tahun kami bisa meraih prestasi,” tegasnya.

Prestasi tersebut di antaranya Karang Taruna Puspo Jagad berhasilmenjadi Juara I Nasional 2008, Juara III Desa Wisata tingkat Nasional 2014, Juara I Gerakan Nasional Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona tingkat Nasional2014, Juara Desa Berseri Kategori Mandiri tingkatProvinsi Jatim 2013, Juara Lomba Desa Siaga tingkat kabupaten tahun 2016, dan Pelaksana Terbaik II Desa Siaga Aktif Provinsi Jatim 2017.

Masih Dihantui Longsor

Prestasi tersebut, didapat bukan hanya berkat kekompakan warga. Tetapi juga potesi alam dan sumber daya manusia yang ada di Semen. Letak geografis yang berada di kaki Gunung Kawi, misalnya, menyediakan sumber daya alam yang besar bagi Semen. Salah satunya, di sektor wisata.

Potensi wisata tersebut menyebar rata. Bahkan, hampir setiap dusun, sudah terdapat lokasi wisata yang terbuka bagi umum. Seperti wisata Coban Wilis di Dusun Tegalrejo, KebunKopi Kawisari dan Kebun Teh Bantaran di Dusun Parang, Wisata Puspo Jagad di Dusun Semen serta air terjunKucur Watu di Dusun Dewi.

Sedangkan di sumber daya manusia, Desa Semen juga kaya akan potensi budaya. Setidaknya, ada sepuluh kelompok seni yang aktif berkarya disana. Dari sepuluh kelompok tersebut, delapan di antaranya adalah kelompok tari jaranan seperti, Kudo Mudo, Legowo Putro, Turonggo Sakti serta Turonggo Budoyo. Dua lainnya, merupakan kelompok seni karawitan dan langen beksan yakni, Kelompok Puspo Jagat dan Dewi Laras.

Di sisi lain, Desa Semen juga memiliki potensi bencana. Terutama, karena letaknya yang berada di kaki gunung, sehingga rawan terkena banjir dan longsor. Potensi bencana ini, sebenarnya sudah mulai ditanggulangi sejak tahun 2008. Ketika itu, pemerintah desa bersama warga melakukan penghijauan kembali di area-area yang berpotensi longsor.

Namun, beberapa kali, longsor masih juga terjadi di Semen. “Beberapa kali longsor kemarin, terjadi di titik yang tidak kami perkirakan,” terang Slamet.

Untuk menangani dan menanggulangi longsor terutama di musim penghujan, pemerintah desa bersama Pemda membentuk tim tanggap bencana di tahun 2016. Tim ini, diisi 30 personel yang diambil dari warga Semen. Saat ini, selain melakukan penanganan dan penanggulangan bencana, tim tanggap bencana itu juga sering diperbantukan di daerah-daerah lain yang terkena bencana. (tur)

Sumber : Majalah Derap Desa

Posting  : Taufik M (KP)

  • About Us

    BAKOHUMAS (Badan Koordinasi Humas Pemerintahan) adalah wadah koordinasi seluruh humas pemerintah (departemen), lembaga negara dan BUMN yang saat ini anggotanya berjumlah 183 instansi, tidak termasuk humas di daerah (Provinsi dan kabupaten/kota) Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah memiliki peranan dan fungsi membantu pemerintah dalam melancarkan arus informasi antar lembaga pemerintah, dan antara pemerintah dengan masyarakat melalui koordinasi dan kerjasama antar humas Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, TNI, POLRI, BUMN, serta Perguruan Tinggi Nasional.