Sampaikan Kondisi Diniyah, Dorong Kerukunan Umat

Selama Oktober 2017 Jatim mendapat kunjungan dari dua orang penting di Indonesia, yakni Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

Hampir 10 ribu orang menghadiri halaqah kebangsaan di Pondok Pesantren Al-Amin Prenduan, Sumenep, 8 Oktober 2017. Para santri, guru, dan undangan tersebut semakin antusias karena acara itu dihadiri orang nomor satu di Indonesia, yakni Presiden Joko Widodo.

Gubernur Jatim Pakde Karwo yang juga hadir mendampingi Jokowi menyampaikan kondisi diniyah salafiyah masih belum ada yang membiayai. Dia menjelaskan, terdapat sebanyak 1.070.000 siswa diniyah salafiyah, dengan kondisi 60 persen paralel dengan sekolah umum, sedangkan sebanyak 40 persen lainnya belum paralel dengan sekolah umum. “Inilah yang perlu bantuan Bapak Presiden,” katanya.

Presiden Jokowi mengatakan akan memberikan beasiswa kepada 500 santri berprestasi. Dengan sumber daya manusia yang baik, maka anak-anak Indonesia menjadi hebat. Jokowi juga dikukuhkan sebagai keluarga kehormatan Ponpes Al-Amien. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada Presiden Jokowi yang menjadi presiden Indonesia pertama yang berkunjung di Ponpes ini.

Pimpinan dan Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan Dr KH Ahmad Fauzi Tidjani MA mengatakan, kegiatan halaqah kebangsaan dihadiri sebanyak 7.342 santri, guru 1.024 orang, undangan 1.000 orang, santri berprestasi baik akademik dan nonakademik, maupun hafal Qur’an sebanyak 500 orang.

Secara terpisah, Wapres RI Jusuf Kalla juga melakukan kunjungan ke Jatim, 29 Oktober 2017 di Jombang. Jusuf Kalla berkesempatan meresmikan ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 yang digelar di Universitas Darul Ulum Jombang dan Ponpes Tebu Ireng Jombang.

Gubernur Jatim Pakde Karwo yang hadir mendampingi Wapres Jusuf Kalla mengapresiasi penyelenggaraan AYIC. Dia mengatakan, masalah yang menimpa umat beragama saat ini adalah rendahnya rasa kesatuan dan persatuan. Diselenggarakannya kegiatan AYIC dapat menjadi pembelajaran bersama akan arti pentingnya kerukunan umat beragama.

“Saya berharap kegiatan AYIC memberikan kebaikan dan mampu memunculkan ide-ide dalam pengembangan kehidupan yang harmoni, damai dan sejahtera bagi umat beragama,” ujar orang nomor satu di provinsi ini.

Senada dengan Pakde Karwo, Wapres Jusuf Kalla juga memberikan apresiasi atas penyelenggaraan AYIC. Menurutnya, AYIC dapat menjadi wadah berkumpulnya generasi muda ASEAN untuk belajar toleransi dan mau menghargai kepada semua umat beragama di manapun mereka berada.

Jusuf Kalla menjelaskan, Indonesia sering menjadi tempat pembelajaran toleransi umat beragama karena kondisi keagamaannya yang harmonis. Kalaupun pernah terjadi konflik seperti terjadi di Ambon dan Aceh, bukan karena konflik antar agama tetapi karena ketidak adilan atau masalah demokrasi.

Dia mencontohkan, meskipun jumlah penduduk yang beragama Budha kurang dari 1 persen, di Indonesia tetap diberikan peringatan hari raya Budha. “Jadi, tidak membeda-bedakan umat beragama. Itulah Indonesia!” tegasnya di depan 113 peserta dari 22 negara.

Dalam kunjungan tersebut Jusuf Kalla bersama Pakde Karwo juga menghadiri seminar nasional Majelis Daerah Kahmi Jombang di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang.

Sumber: Majalah Derap Desa

Posting : Taufik M

  • About Us

    BAKOHUMAS (Badan Koordinasi Humas Pemerintahan) adalah wadah koordinasi seluruh humas pemerintah (departemen), lembaga negara dan BUMN yang saat ini anggotanya berjumlah 183 instansi, tidak termasuk humas di daerah (Provinsi dan kabupaten/kota) Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah memiliki peranan dan fungsi membantu pemerintah dalam melancarkan arus informasi antar lembaga pemerintah, dan antara pemerintah dengan masyarakat melalui koordinasi dan kerjasama antar humas Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, TNI, POLRI, BUMN, serta Perguruan Tinggi Nasional.