Demi Kemanusian Rela Korbankan Waktu Untuk Keluarga

Hujan lebat disertai angin kencang mengguyur hampir seluruh 21 kecamatan di Ponorogo. Hujan sore itu tidak seperti biasanya. Sebab angin yang bertiup mencapai kecepatan 3,7 km/jam sehingga jarak pandang terbatas, hal ini menyebabkan beberapa titik di wilayah Ponorogo porak-poranda.

Cuaca seperti membuat kebanyakan orang memilih untuk berteduh dan berlindung di dalam rumah atau mencari tempat lain. Hal itu tidak terjadi pada personil Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Ponorogo. Pada saat informasi parkiraan cuaca dari BMKG keluar dan menyatakan cuaca buruk  mereka terus memantau sejak siang hari. 

Saat terjadi turun hujan, para relawan tersebut sudah mulai stand by untuk memantau kejadian bencana yang terjadi di wilayah Ponorogo. Dan apabila meraka mendapat informasi bencana mereka langsung bergegas berangkat ke lokasi kejadian dengan melengkapi diri dengan alat pengaman diri. Mereka juga harus menerjang hujan lebat disertai angin kencang. 

Hal itu dilakukan karena memiliki misi kemanusiann yang melekat di pundak. “Saat terjadi bencana tentu resiko yang paling berbahaya adalah keselamatan diri, oleh sebab itu semua tim yang meluncur harus berpacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP),” ungkap Hadi Susanto, Koordinator TRC-PB BPBD Ponorogo, Jum’at (11/1/2019)

Mereka memiliki motto “Anda Berhak Berwisata, Kami Berkewajiban Menjaga Keselamatan Anda Dari Bencana”  motto itu yang selalu melekat pada pundak para relawan yang tergabung dalam TRC-PB BPBD Ponorogo. Tim yang terdiri dari 18 personil, mereka harus bekerja tak mengenal waktu. Selama 24 jam penuh mereka harus standby sewaktu-waktu bila terjadi bencana. 

Hal seperti itu mereka kadang tak memiliki waktu lebih untuk sekedar berbagi canda tawa bersama keluarga. Karena itu para relawan harus dapat menghargai waktu dengan memanfaatkan bersama keluarga. “Untuk sekedar berbagi canda tawa bersama keluarga sedikit, tapi hal itu harus dapat dimanfaatkan menjadi waktu yang berkualitas untuk keluarga,” lanjutnya.

Resiko saat terjadi bencana harus mereka sadari saat mereka bekerja, oleh karena itu para relawan harus memahami prosedur penanganan jika terjadi bencana. Penanganan bencana itu mereka lakoni tidak kenal waktu dan cuaca. Baik malam siang, hujan maupun panas, relawan harus bersiap. Karena itu, seluruh relawan harus menjaga kondisi kesehatan agar selalu fit. “Sudah biasa sering merencanakan liburan tapi gak jadi karena ada bencana. Harus bisa memberikan pengertian ke keluarga,” pungkasnya (kominfo/fdl)

https://ponorogo.go.id/demi-kemanusian-rela-korbankan-waktu-untuk-keluarga/

 

  • About Us

    BAKOHUMAS (Badan Koordinasi Humas Pemerintahan) adalah wadah koordinasi seluruh humas pemerintah (departemen), lembaga negara dan BUMN yang saat ini anggotanya berjumlah 183 instansi, tidak termasuk humas di daerah (Provinsi dan kabupaten/kota) Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah memiliki peranan dan fungsi membantu pemerintah dalam melancarkan arus informasi antar lembaga pemerintah, dan antara pemerintah dengan masyarakat melalui koordinasi dan kerjasama antar humas Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, TNI, POLRI, BUMN, serta Perguruan Tinggi Nasional.